Ahli Pencak Silat Mengajar Berenang
| Tanggal | : | 11 Aug 2009 |
| Sumber | : | LPPSDM Bina Putera Utama |
binaputera.org, Jika seseorang hendak berguru silat, ia akan datang ke ahli pencak silat. Jika seseorang hendak berguru renang, ia akan datang ke perenang. Jika seseorang hendak berguru menari, ia akan datang ke penari. Jika seseorang hendak berguru pidato, ia akan datang ke orator. Apalah jadinya jika seseorang yang hendak berguru silat, datang ke perenang? Apalah jadinya jika seseorang yang hendak berguru renang, datang ke penari? Apalah jadinya jika seseorang yang hendak berguru tari, datang ke orator? Atau, Apalah jadinya jika seseorang yang hendak berguru silat, datang ke komentator silat yang tidak pandai pencak silat. Ia hanya akan menjadi seorang pesilat lidah. Apalah jadinya jika seseorang yang hendak berguru renang, datang ke komentator renang. Apalah jadinya jika seseorang yang hendak berguru tari, datang ke orang hanya hanya mengerti teori menari, tapi ia sendiri tidak bisa menari. Apalah jadinya jika seseorang yang hendak berguru pidato, datang ke orang yang hanya mengerti teori pidato, itu pun ia dapatkan dari buku-buku teori pidato, dan aia sendiri tidak bisa pidato? Begitulah yang terjadi dalam dunia pendidikan kita. Kita belajar Biologi dari seorang guru fisika. Kita belajar Geografi dari Guru Sosiologi. Kita belajar Bahasa Inggris dari orang-orang yang tidak berani berbicara dalam bahasa Inggris. Kita belajar PKN dari Guru PAI. begitu dst...dst.... Kita tahu apa jadinya apabila seorang yang hendak belajar silat datang pada orator. Kita pun tahu apa jadinya apabila seorang yang hendak belajar Kimia diajar oleh Guru Geografi yang tidak mau belajar Kimia. Kita pun tahu apa jadinya seorang yang ingin belajar membuat pesawat datang ke pembuat sepeda. Yang jelas ia tak akan bisa membuat pesawat. Mungkin sepeda pun tidak. Ia tak akan menjadi apa-apa.... Apalah jadinya apabila papan tulis-papan tulis para pendidik yang jauh dari kehidupan...... (Rendra). Sesuatu yang tidak ditangani ahlinya, tunggu saja tibanya kehancuran. Audubillahi min dzalik. Ampunilah Ya Allah dosa guru-guru kami. (asbp)
[ Index | Versi Cetak | Kirim ke Teman ]
|